Posts

Catatan April 2019

Image
Genre : Curhatan Hakikatnya semesta sudah merencanakan segala rencana Kehendak manusianya saja yang egois Tapi mau bagaimanapun  Apa yang sudah tergambar Sulit untuk dihapus Mungkin akan lebih mudah jika menggambarnya lagi Dengan bentuk dan bingkai yang dipercantik Hingga kesan suram itu hilang Aku muak berjalan pada tempat yang sama Ini sudah april Oksigen baru Langit yang baru Teruntuk april 2019 Kaca-kaca yang retak Sudah berganti baru Terasa bebas Tidak ada lagi yang menahan Rantai masa lalu  Jerat membelenggu Aku angkat tangan Tanda tidak menyerah Hanya simbol kebebasan Sambil aku bertepuk tangan Melangkah maju Membuang sampah pada tempatnya Mengokohkan kaki lebih dari biasanya Menguras otak tanpa ampun Langkah demi langkah Aku hapus semua Wajar bila aku tidak mengingat hal yang sepatutnya tidak perlu diingat Ini Bunga persembahkan untuk Aku -Solo, April 2019- . . . . . . . . . . ...

Aku Introvert

Image
Genre : Daily INTROVERT    Semakin dewasa kini aku semakin mengenal diriku sendiri. Aku mau berbagi kisah, tentang  introvert  seperti diriku. Apa sih yang kalian ketahui mengenai pribadi seorang introvert ?    Selama ini banyak orang yang salah kaprah mengartikannya, beberapa orang menganggap bahwa  introvert  itu susah bergaul, selalu menyendiri, kurang pergaulan, dan menjauhi tempat ramai. Sebenarnya ini nggak ada salahnya juga, cuman aku mau membenarkan beberapa hal yang salah persepsi selama ini.     Menurut pengalamanku sendiri sebagai seorang  Introvert , aku itu bisa bergaul dengan siapa pun, hanya saja untuk awal pertemuan biasanya  introvert  semacam men scane  lawan bicaranya, maksudku disini adalah ketika ada seseorang yang mengajak aku berbicara pertama kali, aku tidak bisa langsung banyak bicara, seperti memperhatikan lawan bicaraku dulu, lebih tepatnya aku mencar...

Menjawab Pertanyaan Nitizen

Image
Genre : Tanya Jawab Lakasi merapat Kenapa sih Bung kok buat blog, kan nggak jaman? Sebenarnya aku kan butuh wadah buat menyalurkan pikiran, biasanya sih aku jarang betul mikir. Tapi kalau udah penuh harus segera dituangkan. Awalnya bingung mau nulis dimana? Masa di buku diary lagi? Akhirnya aku tulis di blog aja deh. Perihal jaman dan tidak jaman, aku nggak peduli.  *** Kenapa nulisnya di blog? Kenapa nggak di wattpad ? Kalau di wattpad kan yang baca kelihatan tuh berapa orang, tapi kalau di blog kan rahasia. Jadi aku nggak peduli deh, orang mau baca, mau nggak. Yaaa itu hak mereka, aku nggak paksain kok. Kalau di wattpad kan itu konsumsi publik yang memang sengaja untuk menulis lok, terniat lah. Sedangkan aku nulis di blog karena iseng-iseng aja. *** Berapa sih yang baca blog ini? Lumayan, kadang nggak sangka aja ada orang nyasar dan baca blog unfaedah ini. Kalau kisaran angka per blognya bisa sampai 200+ yang baca. Mungkin banyak angkanya kare...

Lucid Dream (Part III)

Genre : Horor    Jadi suka karena tulisannya atau sama yang nulis ni? Hahaha. Nggak deng becanda, biar nggak tegang. Karena aku mau melanjutkan paranormal experience ku yaitu Lucid dream part III.  Mari kita lanjutkan cerita yang belum selesai ini Kampus    Beberapa kali aku ngalamin hal aneh di kampus. Ada yang secara langsung, ada juga yang lewat mimpi. Nah, aku mau ceritakan dulu kejadian  versi secara langsung .     Sewaktu semester 1, aku masih satu kos dengan Rosa dan Selvi. Hari itu kami pergi ke kampus jam 7 malam. Selvi berbaur dengan organisasi exessnya, sedangkan aku dan Oca Wi-Fian di gedung I.   "Len, ke kampus, kami di kampus ni Wi-Fian"    Nggak lama Leni datang, dia jalan melewati gedung A, dan tidak langsung menghampiri kami di gedung I. Aku menyusul dia keatas gedung A. Jadi gedung A dan I ini bersebelahan, dihubungkan dengan tangga, dan disamping tangga itu ada stop...

Apa itu prepare?

Image
Genre : Comedy, and daily "Ya ampun, Ca, Bung. Hari ini penerbangan tapi belum siap-siap"     Namanya Leni, dia orang yang paling prepare diantara aku dan Oca. Bahkan mungkin, di dunia. Sebelum masuk ke dalam cerita, kita harus tahu :     Apa itu prepare ? Seperti kejadian liburan semester 6 kemarin.  Begini ceritanya "Bung pesan tiket jam berapa?" "Jam 13 aja Ca"     Hari itu aku dan Oca membeli tiket kereta dari Solo ke bandara Jogja Adisutjipto, sengaja kami beli tiket jam 13 siang, soalnya penerbangan kami jam 7 malam. Oca yang tidak memiliki firasat buruk, setuju dengan pendapatku untuk memesan tiket kereta prameks (prambanan ekspress) jam 13.      Setelah reservasi , kami mendapatkan 2 tiket untuk berangkat besok. Kini tiket sudah ditangan, hal yang selanjutnya kami lakukan adalah makan. Hal ini tidak bisa ditoleransi. Selesai makan, kami bergegas mencarikan kos-kosan untuk anak tetanggak...