7 September 1997

Genre : Comedy and Daily
Gelang saksi bisu perjalanan Bunga menuju dewasa di perantauan
Cream : 3 jalan 4 tahun
Coklat : 2 jalan 3 tahun
Hitam : jalan 1 tahun

     Capek banget habis cuci baju, aku emang biasanya cucian jam 10 atau 11 malam, tapi gegara aku tunda-tunda alhasil baru start jam 12 malam tadi, dan sekarang ini jam 02.35, mau jemuran tapi takut naik keatas sendirian, entar jemurnya habis subuhan aja. 

     Kemarin aku ulang tahun, happy birthday to me, happy birthday to me, happy birthday, happy birthday, happy birthday to me. 

    Nggak kerasa ya, udah 22 tahun aja, di tahun 2019 ini banyak yang sudah aku lewati, mulai dari sidang proposal, KKL, KKN, sidang skripsi, seminar hasil, yudisium, tinggal nunggu wisuda bulan Oktober. Alhamdulillah Allah masih kasih usia, rejeki, dan sehat.


Mau tau nggak arti namaku?


     Aku pernah nanya kenapa namaku Bunga Lia, artinya apaan? kemudian mamaku jawab "Dulu waktu kamu lahir, kulitnya merah, cantik, makanya bapakmu kasih nama Bunga, dan arti nama Lia itu karena anak perempuan"

     Tapi semua orang panggil aku "Bung", kalau aku dipanggil "Lia" serasa bukan namaku. Aku nggak noleh kalau orang panggil aku Lia hahaha, tapi aku mulai mikir deh apa aku gabung aja ya namaku? jadi teman yang baru kenal panggil aku "Bungalia" tanpa spasi, sehingga aku kebiasaan dengar kata "Lia" dipanggilanku, dan kalau ada orang negur, aku bisa noleh tuh. 

     Kata mamaku, aku didalam kandungan 9 bulan lebih berapa hari gitu. Jadi lebih lama dari bayi-bayi pada umumnya. Pas aku lahir juga jarang nangis, sampai tetangga nanya "Mama Bunga, kenapa aku jarang dengar Bunga nangis?" sampai dikira tunarungu sama tetangga. 

     Bayangkan aku masih kecil aja sudah digibahin hahaha, terus aku emang suka tidur. Bayi pada umumnya suka bangun dan rewel, kalau aku enggak sama sekali, aku asik tidur nggak bangun-bangun, mamaku aja heran, aku juga pas diceritakan heran, mungkin dari kecil aku sudah lucid dream wkwkwk. Walaupun namaku Bunga, tapi aku phobia sama kupu-kupu, capung, dan belalang. 


Kupu-kupu


      Kalian tau nggak sih episode Spongebob, yang Sandy nya ninggalin rumahnya ke Spongebob dan Patrick, terus di dalam rumahnya Sandy ada ulat di pelihara sama Spongebob dan Patrick, pas besoknya dia kerumah Sandy tuh ulat udah hilang aja, dan berubah jadi kupu-kupu, terus satu bikini bottom kebakaran, dan rusuh parah.

     Aku yang nonton dari layar kaca TV di rumahku, tersugesti bahwa kupu-kupu ini hewan yang nyeremin, bayangkan gengs, satu bikini bottom bisa hancur gitu, terus pengambilan gambar kupu-kupunya bikin geli. Tapi hari itu aku belum sadar kalau secara tidak langsung aku phobia.

   Sampai akhirnya aku ngelihat kupu-kupu diluar rumahku dan mengepakkan sayap. Lututku langsung lemes, air mataku keluar, tanganku gemeteran, perutku lapar, eh salah. Yaa intinya hari itu aku phobia sampai sekarang. Jahat banget sih kupu-kupu itu, kan kasihan Spongebob dan Patrick.


Capung


      Dulu waktu masih SD  kelas 1 aku suka main ke rawa-rawa bareng teman-teman dilingkungan itu, daerah sungai kunjang SD 009, aku dulu tinggal disitu. Tiap sore pasti main ke rawa untuk nangkapin capung. Dulu pas lihat capung ngomongnya "destep" bahasa kami yang kalau diartikan "itu punyaku". 

     Aku cuman boleh destepin capung yang buntutnya hijau, nggak boleh ambil capung buntutnya merah, soalnya itu jahat. Aku lihai banar dah tangkap capung, dimasukan dalam plastik es yang bening, terus dibawa pulang deh. 

     Sesampainya dirumah, dimainkan sepuasnya, sampai tuh capung meregang nyawa. Seperti biasa besoknya aku melakukan hal ini, kayak rutinitas. Setelah menangkap aku kembali ke rumah, duduk di depan teras, sambil menyiksa capung. 

     Temanku yang sehabis TPA (taman pendidikan Al-Quran), datang menghampiriku sambil berkata
"Kamu nggak boleh nyiksa hewan"
"Kenapa, aku kan cuman nangkap" jawabku
"Aku tadi baca buku siksa neraka, disitu hewan yang kita siksa nanti di neraka jadi besar, terus kamu kecil kayak semut, kamu nanti diinjak-injak juga sama dia"

     Besoknya aku dikasih lihat bukunya sama dia, ternyata gambaran dibuku siksa neraka itu terekam jelas di ingatanku, bahkan kebayang-bayang siksaannya. Dari situ aku auto tobat, dan berdoa agar capung-capung yang aku siksa hidupnya tenang di alam sana, dan jangan siksa aku nantinya. 

     Setelah kejadian itu aku nggak pernah nangkap capung sama sekali, rutinitas yang aku lakukan itu mendadak hilang ditelan bumi. Dan akhirnya akupun pindah rumah di daerah M.Said Gg.6. Saat itu tetangganya masih sedikit dan hutannya masih lebat. 

     Aku yang duduk di dalam rumah mendengar suara yang sangat familiar, seperti binatang terbang tapi entah apa itu. Aku mencari sumber suara, yang aku lihat adalah capung, itu capung, capung merah lagi, yang katanya jahat. 

     Aku nangis teriak-terik, aku takut siksa neraka Ya Allah, rasanya buku siksa neraka itu seakan tergambar jelas di otakku lagi. Sejak itu aku menyadari kalau phobia capung.


Belalang


    Dulu aku nggak takut juga sama belalang, malah ada yang jenisnya belalang sembah. Kalau dapat belalang itu kita tinggal ngomong Laa ilaaha illallah, belalangnya ngikutin nyanyian kita, nunduk-nunduk gitu. 

    Kejadian ini berawal ketika aku main kerumah tetanggaku saat sudah pindah di daerah M.Said Gg.6, pas mau duduk ada belalang nempel badan temanku, dia tepis ke aku, aku tepis balik ke dia, dia tepis lagi ke aku, sampai itu belalang nempel di mukaku dong. Ini aja aku geli bayanginnya, kok ya binatang gitu nyeremin banget sih. 

    Kelemahan aku ini dimanfaatkan sama mamaku, suatu hari aku kedapur, seperti biasa waktu mamaku masak, aku nyemilin makanannya, nggak pake nasi. Waktu itu mamaku masak ampal jagung, pas aku mau ambil, kok ada bunyi klotak-klotak dari dalam toples, pas aku perhatikan, ternyata kupu-kupu. 

    Sayapnya ngepak-ngepak, aku auto lari dari dapur, dan mamaku senang karena strateginya berhasil. Itu bukan sekali dua kali loh, tapi sering. Pernah juga mamaku nangkap belalang, trus dilihatkan ke aku, aku teriak dan pergi jauh-jauh ke ruang keluarga.

Mamaku bilang "mau mama masak ini, dulu di kampung mama makan belalang juga"
"Sebuting kayak tu ngapain dimasak ma, mending lepasin"
"Enak kok rasanya, mau mama goreng"
"Ihhhh, jijik ma ai, masa makan belalang, orang ada ayam di kulkas"
"Nggak papa, ini lagi manasin minyak"

     Aku yang berada di ruang keluarga, sibuk memperhatikan mamaku yang sedang menggoreng belalang satu biji itu. Dan memakan belalang hingga habis. 

    Bukan cuman mamaku yang jail, Bapaku juga. Dulu waktu aku SD kelas 5 kayaknya, aku susah tidur, harus digosok-gosok dulu punggungku baru bisa ketiduran, tapi ini nggak mempan, kerena aku siangnya tidur siang, jadi malamnya susah tidur. 

"Bunga, matamu kasih minyak kayu putih, biar kepedesan, terus nggak bisa melek, nanti bisa ketiduran"

    Sebagai anak yang penurut, ku ikuti. Emang sih nggak bisa melek, bener kok, tapi ya jadi berair mataku, perih, tambah nggak bisa tidur. Saat itu sudah pukul 10 malam, Bapakku masuk kedalam rumah sambil memegang capung dan berkata "Ini mau bapak ikat buntutnya, taruh diatas dekat lampu, biar dia terbang putar-putar, jadi kamu bisa tidur". 

  Dan manjur loh, alhasil aku merem sambil ketakutan, saking ketakutannya berhasil tidur hahaha. Punya nama Bunga, tapi takut sama hewan yang sering di dekat bunga, aneh nggak sih?

    Dirumah dulu aku punya peliharaan ikan louhan banyak dan bagus lagi, tapi pas aku pindahan dari sungai kunjang, ke M.Said, dititipkan ikanya di rumah budeku, tapi mati semua, karena kena mati lampu. Ikan kayak gitu kan bergantung sama oksigennya, makanya mati. Pernah juga pelihara burung kecil-kecil gitu, tapi bapakku lebih perhatian sama itu hewan, dan aku kurang tau dijual atau dilepas, soalnya itu waktu aku masih kecil banget. 

    Dan ketika pindah di Karangpaci tepatnya M.Said gg.6 ini aku punya banyak burung merpati dan burung dara, kurang lebih ada 12 ekor, lebih dominan burung dara. Tapi gagara dimakan musang, populasinya mereka makin hari makin sedikit, dan matian deh. Sisa yang hidup ditangkap dan dimasak, rasanya enak, khasiatnya juga sebagai penambah nafsu makan. 

    Terus aku pernah punya burung hantu. Di depan rumahku ada pohon jambu, ternyata itu ada sarang burungnya, pas dilihat burung hantu dan anaknya dong. Mamanya besar banget, anaknya mungil lucu dipelihara deh, tapi dia kabur gitu aja tanpa pamit, sedih kalau di ingat. 

    Datang lagi burung hantu, kali ini lumayan besar, tapi nggak besar amat. Tiap malam bunyi-bunyi gitu, mistis tapi keren. Karena kasihan dilepaskan ke alam lagi. Aku lebih suka ikan sebenarnya, soalnya nggak ngerepotin, cuman tinggal ganti air aja hahaha. 


Aku sendiri suka dengan namaku 
Aku bisa mekar dengan pesonaku sendiri 
Aku bisa berkembang dengan caraku 
Aku bisa kuat dengan akarku 
Tidak aku perbolehkan siapapun yang buat aku layu 
Tidak aku perbolehkan siapapun merusak kelopakku 
Tidak aku perbolehkan siapapun mematahkan tangkainya 
Aku bersyukur diberi nama Bunga Lia

Sekarang umurku 22, terimakasih atas doa-doanya yang terucap, hadiah bunganya, dan doakan aku agar diterima seleksi penerimaan profesi apoteker. Amin. 


Eh udah jam 04.19 bentar lagi mau jemuran, bye-bye.


Makasih Kak bunganya










Comments

Popular posts from this blog

Apa itu prepare?

Perkenalkan Namanya Masalah

Katakan Putus