Puisi Bunga Untuk Siapa?
Ini Blog yang aku tulis dan terus aku edit dalam kurun waktu 2 bulan. Karena banyak pertimbangan jadi aku edit ulang biar sesuai tema dan orang yang dituju.
Aku mengambil banyak hal positif dari dia. Setelah kepergian dia, pikiranku banyak dipenuhi dengan puisi, makanya aku tuangkan ke dalam blog ini. Bukan bearti aku masih rindu dia, atau mikirin dia nggak kok, nggak sama sekali, aku nggak ada maksud apa-apa. Cuman tiap kali aku mengalami patah hati, selalu aja energi itu aku tuangkan dalam tulisan, dan inilah bentuk karyaku.
Perkenalkan dia teman baikku
![]() |
| Di kost tercinta |
Malam ini aku iseng buka note di Handphone ku, lalu aku menyadari, ada bagian sisi dari diriku yang menunjukan jati dirinya dikala telalu sedih, bahagia, dan kecewa dan biasanya berlangsung saat tengah malam. Aku sempat bingung dan menyakinkan diriku sendiri "Ini aku yang tulis?". Yang aku tau, selama ini aku bukan orang yang romantis dan pintar untuk mengutarakan rasa, jadi melalui tulisan ini, aku akan membagikan kisah hidupku dalam bentuk "Puisi Bunga Untuk Siapa?"
Pemikiran (Ego)
Lucu bukan?
Ketika kita berpikiran A
Tapi takut dia berpikiran B
Padahal bisa saja dia juga berpikiran A
Lucu bukan?
Ketika kita ingin memulai
Tapi takut dia berhenti
Padahal bisa saja dia juga ingin memulai
Lucu bukan?
Ketika kita memperbaiki
Tapi takut dia merusaknya
Padahal bisa saja dia juga sedang memperbaiki
Lucu bukan?
Kita terlalu memperdulikan dia
Padahal dia juga memperdulikan kita
Namun berpura-pura acuh
Lucu bukan?
Pihak A merasa menyakiti B
Pihak B merasa menyakiti A
Jadi pihak mana yang lebih merasakan sakit
Lucu bukan?
Jika sudah menemukan jalan keluar
Namun enggan untuk mengejar cahaya
Hingga sang gelap datang kembali
Lucu bukan?
Jika dulu sedekat nadi
Kini sejauh matahari
Terus saja mendewakan ego masing-masing
Memory Lama
Berjalan berlawanan arah
Bertukar pandang namun tidak saling mengenal
Dari tatapan persekian detik itu
Mampu membuatku sabar untuk bertemu di kemudian hari
Terkadang
Berjumpa hanya sekilas
Bertatap hanya sesaat
Tak masalah bagiku
Karena dengan melihatmu saja
Aku sudah cukup beruntung
Cerita yang berbeda
Mungkin akan berbeda ceritanya
Jika meminta maaf langsung
Dan menyelesaikan nya saat itu juga
Aku Mendeskripsikan seorang Bunga
Bunga..
Introvert
Intuition
Feeling
Perception
Seseorang yang lebih memilih menyendiri
Tetapi memiliki hubungan yang berharga
Dengan orang terdekat
Terutama dengan kamu
Terutama dengan kamu
Teruntuk Penikmat Senja
Kamu mengajarkanku
Bahwasanya alam lebih indah dibanding mall dan cafe
Sederhana dengan versimu
Aku dan kamu suka ketenangan
Aku dan kamu suka kenyamanan
Aku seorang yang introvert
Namun bila bersamamu
Aku menjadi ekstrovert
Tidak peduli apapun sebutannya
Embun ...
Senja ...
Rimba ...
Apapun namanya
Keinginanku tidak muluk-muluk
Cukup kamu mengajakku keluar dari zona nyaman
Aku akan selalu ikut denganmu
Ambisi Ini Aku yang Merasakannya
Masalah fana tentu saja sementara
Bisa dibilang
Kita ini terlalu berambisi
Terlalu meninggikan ekspektasi
Hingga lupa
Disini akulah pihak yang merasakannya
Senja
Dulu aku suka senja
Sangat suka
Sekarang
Aku harus berfikir beribu kali
Untuk menyukainya
Suara Paling Indah
Suara hembusan angin yang melewati dedaunan?
Benar, namun kurang tepat
Bagiku
Suara tawa canda kita
Sangat indah
Aku merindukannya
Sangat rindu
Sifat Labil
Ku wajarkan saja jika masih sering berubah-ubah
Ku wajarkan saja jika masih banyak pilihan
Ku wajarkan saja jika masih terlalu cepat
Ku wajarkan saja jika masih kekanakan
Itulah alasanku
Membiarkan kamu pergi
Karena dari awal
Aku sudah mewajarkannya
Kata Hati Waktu Itu
"Tapi umur kita sama"
"Emang kenapa"
"Gpp"
(Ego kita sama)
(Ego kita sama)
Terbukti kan sekarang
Teori Gerak Brown
Semakin dekat matahari
Semakin dingin suhunya
Erat sangat erat
Semakin tinggi
Anehnya terasa hangat
Kota Solo
Aku baru tahu jika Kota ini bisa jadi spesial
Biarkan udara malam mengambil alih
Hanya menaiki motor
Tanpa menggunakan helm
Saat itu..
Es kelapa
Sudah memberikan jasa
Hingga pukul 22:24
Aku tidak ingin pisah
Jago Acting
Kamu tidak pandai berbohong
Aku seseorang yang mudah dibohongi
Didepan orang lain aku mahir beracting
Menyembunyikan semuanya
Di depanmu
Aku adalah seorang pemeran yang gagal
Makanya jika tiba-tiba berpapasan denganmu
Aku lebih memilih menghindar
Karena semua tergambar pada wajah
Arah Mata Angin
Dari mana kamu bisa tahu timur, barat, selatan, utara?
Mudah saja bagimu mengetahui arah
Tapi sulit bagiku
Kenapa?
Karena?
Cuman kamu yang tau
Kata yang Benar
Terhalangi?
Bukan, tapi terlindungi
Perpisahan?
Bukan, ini bukan akhir perpisahan
Suka bingung mana kata yang benar
3 Hal Menyiksa
Hal yang paling tidak bisa aku tahan ada 3
1. Ngantuk
2. Lapar
3. Rindu
Dan belakangan in nomer 3 adalah hal yang teramat sulit tuk ditahan
Note :
"Aku itu orangnya suka penasaran, baru bisa tidur kalau udah tau jawabannya" Kataku
"Bearti kalau belum dapat jawabannya nggak bisa tidur"
"iyaaa"
Jadi "Puisi Bunga Untuk Siapa?"
Kamu tau kok
Alur cerita ini lengkapnya, klik (INI).
Saat ini kota Solo sedang hujan
Solo hujan lagi, padahal baru aja jemur jas Lab.
Alur cerita ini lengkapnya, klik (INI).
***
Edit : 04/12/2018 (20:39)Saat ini kota Solo sedang hujan
Jangan GR
Aku tidak pernah membencinya
Namun jika kamu bertanya padaku
Apakah aku ingin berjodoh dengannya?
Jawabanku tentu Tidak
Karena setiap kali aku berdoa untuknya
Aku berkata pada Tuhan
"Jadikan dia orang baik dan jangan jodohkan dia denganku"
Kapan Main ke Solo
Ngerasain makan dipinggir jalan
Duduk lesehan
Sambil melihat kendaraan yang berlalu-lalang
Ditemani segelas es teh
Bercengkrama kecil membahas hal-hal dimasa depan
Tanpa rasa gengsi
Hanya memakai sendal jepit
Dan membawa uang secukupnya
Lalu angin malam menghantarkan perasaan syahdu
Beratapkan langit gelap
Hanya segelintir lampu jalan yang menjadi saksi
Bahwa kota Solo setiap sudutnya
Bisa menjadi sejarah
Singkat
Paling nggak tahan dingin
Tapi gimana dong?
Aku nyaman
Mataku selalu merah kalau kena angin
Tapi gimana dong?
Aku tetap suka
Rahasia Besar belum tersampaikan
Aku punya teori konspirasi sendiri
Tapi kamu nggak tau
Aku beruntung malam itu kamu menolak tuk bertemu
Teruslah menjadi tidak tau
Agar kamu tetap membenciku
Karena itu tujuanku menciptakan konspirasi ini
***
Edit : 05/12/18 (14:11)Solo hujan lagi, padahal baru aja jemur jas Lab.
Konspirasi Setan
Kamu sempat berkata
"Tuhan aku ingin hijrah"
Kemudian..
Entah dari mana
Seseorang yang sudah lama diidam-idamkan datang
Sempat hadir sesaat
lalu pergi dan menyakiti
Kemudian kamu berdalil bahwa itu cinta
dan tetap menetapkan hati pada dia
Padahal kamu tidak tau
Ketika kamu berkata ingin hijrah
Setan membuat skenario antara kamu dan dia
Dengan berpondasikan
"Atas nama cinta"
Yang sebenarnya datang bukan dari Tuhan
***
Edit : 10/12/18 (21:55)
Fiersa Besari ft Tantri - waktu yang salah
Pergi saja engkau pergi dariku
Biarku bunuh perasaan untukmu
Meski berat melangkah
Hatiku
Hanya tak siap terluka
Note : emang nggak siap sebenarnya
Edit : 14/12/18 (16:23)
Solo hujan lagi, hari ini aku nggak masuk matkul, jadi aku titip absen aja hahaha
***
Edit : 14/12/18 (16:23)
Solo hujan lagi, hari ini aku nggak masuk matkul, jadi aku titip absen aja hahaha
Hanya mirip
Satu hal yang membuatku jengkel
Kehadiranmu sudah tidak disini
Tapi orang yang mirip denganmu selalu disini
Sekilas mirip
Sekilas tidak
Note :
"Ca, itu mirip kakak yang kemarin ya?" kataku
"Iya mirip, tapi yang ini hitam, yang dulu putih" kata Oca
"Tapi sekilas mirip lok?"
"Iya, dikit. Nggak usah dilihatin terus, ntar kamu suka"
"Nggak lah, malahan malas lihatnya, cuman heran aja kok bisa mirip"
***
Edit : 21/12/18 (16:45)
Dia Menoleh Kebelakang
Hanya berjarak beberapa langkah
Namun tidak dapat beriringan
Dia menghentikan langkahnya
Dan aku tetap melanjutkan langkahku
Satu moment
Satu kisah
Sudah tercipta
***
Edit : 21/12/18 (21:28)
Future
I
Suatu saat nanti
Akan aku pastikan
Jantungmu
Akan berdetak seperti dulu
Future
II
Akan aku pastikan
Jantungku berhenti berdetak
Sebab
Bukan kamu lagi
Future
III
Jika masa itu tiba
Tanyakan pada dirimu
Apakah saat itu aku berbicara jujur?
atau
Saat itu aku berbohong?
Mudah bukan
***
Edit : 09/01/2019 (23:35)
Seharunya sih malam ini aku belajar buat UAS, tapi kok mager yo.
Udara segar
Ada yang pernah bilang
Gorengan di Tawangmangu itu beda
Ada yang pernah bilang
Minum kopi di Tawangmangu itu lebih enak
Sebentar lagi
Bersabarlah wahai rutinitas
Kebiasaan Siapa?
Aku tidak pernah paham
Kenapa dia selalu mengadahkan kepalanya ke langit
Sampai suatu saat aku ikuti
Ternyata begini rasanya
Angkuh
Bagaimana rasanya menjadi sempurna
Dan selalu benar?
Coba ceritakan
Duri
Tertawa dalam rangka berduka
Hahaha
Hal lucu yang kini selalu aku tertawakan
adalah
Masa lalu
Ketikan kata
Ada hal yang sulit disampaikan
Ada banyak kata yang terbesit
Ada hayalan yang masih bermimpi
Ada jarak yang tak terdeteksi
Ketikan ini
Dilandaskan oleh perasaan jenuh
Dilandaskan perasaan mencengkam
Dilandaskan keterpurukan
Dilandaskan rasa muak
Suara ketikan mendominasi ruangan
Suara hening malam melewati telinga
Suara hati bersautan di dalam raga
Suara detak itu memudar
Hanya kalimat
Hanya kata
Yang berteman denganku
Sangat egois
Fakta tentang manusia
Menggunakan modus yang sama
Mencari celah masuk
Bernegosiasi antar otak
Memutar kendali hati
Bercengkrama sengit
Mencapai titik temu
Pasti sudah, tiap belajar buat ujian, ngantuknya tingkat dewa.
Bagaimana rasanya menjadi sempurna
Dan selalu benar?
Coba ceritakan
Duri
Tertawa dalam rangka berduka
Hahaha
Hal lucu yang kini selalu aku tertawakan
adalah
Masa lalu
Ketikan kata
Ada hal yang sulit disampaikan
Ada banyak kata yang terbesit
Ada hayalan yang masih bermimpi
Ada jarak yang tak terdeteksi
Ketikan ini
Dilandaskan oleh perasaan jenuh
Dilandaskan perasaan mencengkam
Dilandaskan keterpurukan
Dilandaskan rasa muak
Suara ketikan mendominasi ruangan
Suara hening malam melewati telinga
Suara hati bersautan di dalam raga
Suara detak itu memudar
Hanya kalimat
Hanya kata
Yang berteman denganku
Sangat egois
Fakta tentang manusia
Menggunakan modus yang sama
Mencari celah masuk
Bernegosiasi antar otak
Memutar kendali hati
Bercengkrama sengit
Mencapai titik temu
***
Edit : 11/01/2019 (22:05)Pasti sudah, tiap belajar buat ujian, ngantuknya tingkat dewa.
Kebiasaan
Rutinitas tanpa kamu
Tenyata menyenangkan
Risiko
Awalnya ku kira sulit
Nyatanya
Semudah itu
***
***
Edit : 18/01/2019 (22:59)
Tadi solo hujan, KKL rasa sendu
Lampiran
Meninggalkan dan ditinggalkan
adalah perihal rasa
Gema
Aku berbicara disini
Lalu dari seberang sana
Terdengar jawaban
Introvert
Bukan kekurangan teman
Pergaulan tetap jalan
Hanya lebih selektif
Karena
Serigala era sekarang
Bulu dombanya semakin tebal
Puri Saraswati
Saraswati...
Tolong jaga rahasia
Tentang dua anak kecil
Sekumpulan wanita
Dan seseorang bercelana pendek
Ku yakin, bangku pun memendamnya
***
Yang aku lihat saat itu langit orange diketinggian 1800 MDPL
Edit : 24/01/2019 (20:50)
Solo lagi musim hujan, anehnya tiap hujan, kepalaku selalu dipenuhi puisi-puisi.
Jaket
Solo lagi hujan
Apa disana juga?
Bahkan, kata "disana" pun aku tak tau dimana
Kamu sekarang dimana?
Bagaimana kabar jaketmu?
Aku Tidak Pandai Berbohong
Tiap semua ketikanku
Aku tidak berbohong
Jika kamu merasakan hatimu tersentuh
Percayalah, bahwa
Semua ketikan ini, aku menulisnya dengan hati
dan pikiran yang berusaha menahan
Jika kamu merasakan ritmenya
Percayalah, bahwa
Semua ketikan ini, aku telah memberikan rasa
dengan pikiran yang menolaknya
Jika kamu merasa bahwa tokoh utamanya "Kamu"
Percayalah, kamu tidak salah orang
Aku Tidak Pandai Berbohong
Tiap semua ketikanku
Aku tidak berbohong
Jika kamu merasakan hatimu tersentuh
Percayalah, bahwa
Semua ketikan ini, aku menulisnya dengan hati
dan pikiran yang berusaha menahan
Jika kamu merasakan ritmenya
Percayalah, bahwa
Semua ketikan ini, aku telah memberikan rasa
dengan pikiran yang menolaknya
Jika kamu merasa bahwa tokoh utamanya "Kamu"
Percayalah, kamu tidak salah orang
Kenangan Hujan
Dulu aku punya kenangan buruk tentang hujan
Entah kapan, kenangan itu memudar sendirinya
Kini tiap hujan,
Bukan hal buruk lagi yang kuingat
Tapi suara rintik air yang jatuh,
dan ikan koi yang berenang
Melamun
Tiap bosan aku tidak sadar melamunkan ikan koi
"Kok bisa?"
"Kok bisa?"
Kujawab "Nggak sadar"
"Pengen melihara satu dikost, nanti ku namai kucing"
Responmu hanya tertawa
Buat Buku
"Kenapa nggak buat novel"
Katamu waktu itu
Ku jawab
"Nulis apaan memang? nulis tentang kamu?"
"Hahahaha iya"
"Kalau kamu berkonstribusi besar dihidupku, baru aku tulis"
tulisan ini, salah satu wujud konstribusimu
Cara Bahagia
Mudah saja
Tinggal bawa kamu kehutan
Lalu lepaskan
Mari Bertetangga
Sebelumnya aku sudah bilang
Hanya sekedar bertetangga
Lalu kenapa kamu menaruh harapan lebih
dengan kata
"Kok tetangga?"
Amin
Kataku "Aminkan dong"
Katamu "Iya Amin, tapi kok maksa sih?"
Kataku "Tapi barusan terasa nggak dipaksa"
Tower
"Rumahku dekat tower" Kataku
Kamu ingatkan kelanjutannya?
Karena kamu cukup pintar dalam hal mengingat
Tidak peka
"Kamu kedinginan?" Katamu
"Nggak, kenapa tanya mulu?" Kataku
"Nggak apa, kalau nggak tahan dingin, kita bisa pulang"
"Misalnya aku kedinginan, gimana cara kamu hangatin aku"
"Gampang, Aku bakar hahaha"
PDKT
"Gimana kamu tau kalau orang mau PDKT" Tanyamu
Kujawab "Gampang, contohnya kayak gini nih"
Asap Bakaran
Perlahan kamu menjauhi asap
"Bearti kamu nggak ngerokok kan?"
"Nggak kok"
"Idaman"
"Idamannya siapa?" Katamu
"Hahaha"
Suwun
Terimakasih, udah pernah mengajari bahasa jawa
Jingga
Yang aku dengar saat itu suara nyanyianmu
(Fourtwnty- Fana merah jambu)
Yang aku lihat saat itu langit orange diketinggian 1800 MDPL
Yang kamu ucap saat itu,
"Senja kalau dilihat-lihat bukan cuman warna orange, tapi semua warna ada"
Yang aku rasakan saat itu,
"Mungkinkah suatu saat aku dan kamu menjadi sosok yang tidak saling kenal, tidak bertegur sapa, dan kembali asing"
Kupandang jingga,
"Jika benar akan asing, tolong percepat jingga, jangan terlalu lama menawan"
Ajarin
"Kamu nggak dingin" Tanyamu
"Kamu nungguin?" Jawabku
Spion
Semenjak itu, aku benci membenarkan spion
Aku benci memandang wajah dari spion
Ternyata Berbeda
"Kalau kita sama baru aku mau jawab, kamu duluan"
"Loh emang jawabannya bersangkutan kh?"
Beberapa puisi yang aku tulis hari ini, merupakan real life omong kosong dari seseorang.
Edit : 26/01/19
Ajaranmu
Entah dimulai sejak kapan, aku lebih suka makan dipinggir jalan
Perasaan yang tidak bisa diduakan dengan apapun
Suara kendaraan yang berlalulalang sebagai pelengkap
Trotoar ataupun emperan toko, benar-benar tidak masalah
Hug
Saat itu dingin sudah tidak lagi terasa
Saat senggang, kau arahkan tangan kirimu ditanganku
"Kok tanganmu dingin, kamu gpp"
"Nggak kok biasa aja, nggak dingin" Ujarmu
"Sini aku hangatin" Balasku
"Tapi aku nyetir, nggak bisa tangan satu"
"Yahh"
"Loh, kok yah"
"Hahahaha"
Lelucon
Jika kamu anggap ini hanya senang-senang
Kamu salah orang jika itu aku
Ini bukan lagi hal lucu yang buat kita tertawa bersama
Tersakiti sepihak?
Jujur aku tidak merasa sakit
Tapi jika bisa waktu ku ulang
Aku tidak ingin melewati stasiun radio itu
Tawangmangu
Udah sering ku ulang
Tetap saja masih nyaman
Malam ini terbayar lunas
Besok rindu lagi
Sederhana
Ajarannya masih membekas
Masih aku lakukan
Masih aku ingat
Padahal orangnya udah pergi
Lampu kuning
Aku suka suasana angin ini
Dimana angin melewati dedaunan,
dinginnya udara tawangmangu di malam hari,
hujan yang jatuh ke bumi,
suara bising kendaraan,
langit malam tanpa bintang,
dan tikar yang menjadi dudukan.
Entah kenapa, suasana seperti ini, bikin tenang,
apalagi makan sambil membahas tentang dunia,
rasanya nyaman banget.
Masing-masing dari kita tidak memegang Hp,
hanya komunikasi dua arah yang kita lakukan.
Semua pikiran kita terbuka malam itu.
Aku suka suasananya
Sangat suka
(Suka kamu)
Bingung
Berteman baik dengan jejakmu
Bermusuhan dengan dirimu
Terkadang ada rindunya
Bagaimana cara menulasi
Tiap hujan saja semakin banyak hutangku
Tempat ngobrol
Jarak yang cukup jauh
hanyak untuk sedekar mengobrol
Tiap udara yang hadir
seakan bersaksi
Kita pernah berbicara banyak
Sebelum tanpa suara
Seperti sekarang
Pribadi baru
Setelah kamu pergi
Aku akan lebih selektif
Ucapan
Tapi kamu seenaknya saja berucap
Lalui
Setiap tempat yang aku lalui dengan kamu
Selalu saja meninggalkan jejak
Bahkan setelah kamu pergi
Aromanya pun masih tercium
Maaf
Jika dimasa depan nanti
Kamu rindu aku
Dan mulai membaca lagi tulisanku
Lalu kamu menemukan hal yang membahas tentangmu
Dengan sangat terhormat
Aku memohon maaf
Dikarenakan tidak izin terlebih dahulu membicarakanmu
Untuk sedikit bernostalgia dimusim hujan ini
Selepas kamu membaca semuanya
Tolong jangan pernah mengulang yang dahulu
Aku tidak ingin ada hal yang menyangkut tentangmu lagi
Cukup sekian aku akhiri
Terimakasih teman terbaik
Puisi Bunga Untuk Siapa? (Bagian 2)
note :
***
Edit : 26/01/19
Ini bukan Bunga yang biasanya, karena Bunga yang asli tidak pandai berpuitis, aku akan muncul dengan segudang puisi saat hujan selesai melanda.
Gunung
Seseorang pernah berkata kepadaku
"Suasana alam ketika naik gunung membuat pikiran terbuka,
dan secara tidak langsung aku akan menceritakan semua masalahku"
Apa tawaran mu masih berlaku?
Ku Hitung
Berapa banyak kata "Tidak peka" yang aku hitung?
Berapa banyak cubitan yang kamu hitung?
Lebih banyak siapa?
Emosional
Ketika tengah malam
Ketika sehabis hujan
Ketika angin bertiup
Ketika udara dingin
Ajaranmu
Entah dimulai sejak kapan, aku lebih suka makan dipinggir jalan
Perasaan yang tidak bisa diduakan dengan apapun
Suara kendaraan yang berlalulalang sebagai pelengkap
Trotoar ataupun emperan toko, benar-benar tidak masalah
Hug
Saat itu dingin sudah tidak lagi terasa
Saat senggang, kau arahkan tangan kirimu ditanganku
"Kok tanganmu dingin, kamu gpp"
"Nggak kok biasa aja, nggak dingin" Ujarmu
"Sini aku hangatin" Balasku
"Tapi aku nyetir, nggak bisa tangan satu"
"Yahh"
"Loh, kok yah"
"Hahahaha"
Lelucon
Jika kamu anggap ini hanya senang-senang
Kamu salah orang jika itu aku
Ini bukan lagi hal lucu yang buat kita tertawa bersama
Tersakiti sepihak?
Jujur aku tidak merasa sakit
Tapi jika bisa waktu ku ulang
Aku tidak ingin melewati stasiun radio itu
Tawangmangu
Udah sering ku ulang
Tetap saja masih nyaman
Malam ini terbayar lunas
Besok rindu lagi
Sederhana
Ajarannya masih membekas
Masih aku lakukan
Masih aku ingat
Padahal orangnya udah pergi
Lampu kuning
Aku suka suasana angin ini
Dimana angin melewati dedaunan,
dinginnya udara tawangmangu di malam hari,
hujan yang jatuh ke bumi,
suara bising kendaraan,
langit malam tanpa bintang,
dan tikar yang menjadi dudukan.
Entah kenapa, suasana seperti ini, bikin tenang,
apalagi makan sambil membahas tentang dunia,
rasanya nyaman banget.
Masing-masing dari kita tidak memegang Hp,
hanya komunikasi dua arah yang kita lakukan.
Semua pikiran kita terbuka malam itu.
Aku suka suasananya
Sangat suka
(Suka kamu)
Bingung
Berteman baik dengan jejakmu
Bermusuhan dengan dirimu
Terkadang ada rindunya
Bagaimana cara menulasi
Tiap hujan saja semakin banyak hutangku
Tempat ngobrol
Jarak yang cukup jauh
hanyak untuk sedekar mengobrol
Tiap udara yang hadir
seakan bersaksi
Kita pernah berbicara banyak
Sebelum tanpa suara
Seperti sekarang
Pribadi baru
Setelah kamu pergi
Aku akan lebih selektif
Ucapan
Tapi kamu seenaknya saja berucap
Lalui
Setiap tempat yang aku lalui dengan kamu
Selalu saja meninggalkan jejak
Bahkan setelah kamu pergi
Aromanya pun masih tercium
Maaf
Jika dimasa depan nanti
Kamu rindu aku
Dan mulai membaca lagi tulisanku
Lalu kamu menemukan hal yang membahas tentangmu
Dengan sangat terhormat
Aku memohon maaf
Dikarenakan tidak izin terlebih dahulu membicarakanmu
Untuk sedikit bernostalgia dimusim hujan ini
Selepas kamu membaca semuanya
Tolong jangan pernah mengulang yang dahulu
Aku tidak ingin ada hal yang menyangkut tentangmu lagi
Cukup sekian aku akhiri
Terimakasih teman terbaik
Puisi Bunga Untuk Siapa? (Bagian 2)
Terantai kata

Teori gerak brown
ReplyDeleteSemakin dekat dengan matahari
Semakin dingin suhunya
Semakin pekat cahaya dimalam hari
Semakin terang pandangnya
Jadi bisa bersihin kamar mandi pake sikat gigi deh, biar lama :)
Perkenalkan namanya Terantai Kata. Manusia yang suka sekali alam, bahkan alam pun merasa tersanjung
ReplyDelete