Reinkarnasi

    Jadi anak pertama itu nggak enak, mau marah sama keadaan juga nggak akan ada ending-nya. Orang tua punya harapan dengan ekspektasinya, menusukan jarum sedikit-demi sedikit tanpa disadari.  Kerja keras secara fisik, perlahan tersakiti secara mental. Sudah jadi rahasia umum.

"Capek jadi anak pertama" Keluhku

"Ya gimana, beratkan?" Ucapnya

Terlahir Kembali

    Aku pernah baca kalimat di sosial media, kalau nggak salah dikutip dari buku The Journey of Soul, di mana buku itu menjelaskan saat jiwa terlahir kembali, maka jiwa-jiwa serta lingkungan yang ada di sekelilingnya pada saat ini nggak terlepas dari jiwa-jiwa di masa hidup terdahulu. Bisa jadi dulunya ada hal yang belum terselesaikan, makanya kita terlahir kembali untuk itu.

     Kalau kalian tanya, aku sendiri percaya nggak sama reinkarnasi? Jawabanku 50/50. Semua hal itu nggak ada yang namanya kebetulan, kalau dipikir-pikir lagi, mungkin juga aku dan kamu bertemu sebab dulunya di masa yang entah sangat lampau, kita saling mengenal. Seakan bisa membaca pikiran, semua hal yang berbau tentang reinkarnasi muncul di beranda Youtubeku, dan mau tahu aku yang di masa lalu itu siapa?

8 Desember 2019

    Waktu itu aku ingat banget lagi bucin teramat sama Ardhito Pramono, penyanyi jazz dengan suara yang aghh bikin meleleh, plus karismatik. Bukan cuman lagunya aku suka, semua video di youtube yang ada Ardhito pasti ku tonton. Dan di saat yang bersamaan tentang rasa penasaranku terhadap reinkarnasi, munculah si Ardhito ini. 

 

    Di salah satu poadcastnya bareng UUS eps.1 Baru kenal- Ardhito Pramono, dia di situ cerita tentang sisi kelamnya sampai bisa jadi kayak sekarang, obrolannya santai jadi enak cernanya sambil rebahan. Nah, si Ardhito ini bilang, kalau dia udah dikasih kesempatan beberapa kali reinkarnasi, dan dia di lahirkan kembali lagi untuk merubah hal buruk yang dia lakukan dulu. Dan tahu nggak kenapa dia bisa punya bakat di bidang musik? karena di kehidupan yang sebelumnya pun dia seorang pemusik.

   Karena di kehidupan yang sekarang ini dia nggak melakukan hal buruk seperti kehidupannya yang dulu, jadi bisa di ibaratkan, kalau udah waktunya meninggal pun, dia bisa langsung balik ke Tuhan tanpa terlahir kembali, karena tugasnya sudah selesai. Keren banget ni poadcast. Itu tadi garis besarnya ya, sisanya nonton sendiri.

Apa jangan-jangan aku suka nulis juga gegara dulu aku penulis ya? Hahaha bisa jadi.

    Aku penasaran banget, akhirnya aku coba tuh tulis di Youtube, cara melihat kehidupan masa lalu, ternyata ada caranya, wah deg-degkan aku woy, tapi penasaran. Ya, siapa tahu kan dulunya aku putri raja gitu, setidaknya kalau sekarang belum bisa jadi manusia yang berguna, ya paling enggak dulunya jadi orang penting. Halunya ai.


    Aku coba mengklik salah satu video, awalnya takut barangkali ragaku nggak bisa kembali, tapi setelah lihat comment-nya pada berhasil, ya nggak mikir panjang lah, orang jarang mikir. Waktu awal video nanti akan dikasih tahu apa aja yang harus kita lakukan, contohnya harus berada di ruangan yang tidak berisik, harus fokus, dan lain sebagainya, aku nggak bakal kasih rinciannya apa-apa aja biar kalian kepo, dan coba sendiri. Rasanya ahh, mantabbb.

    Oh iya, kalau boleh sombong ni, untuk aku yang sering banget lucid dream, akan sangat mudah masuk ke alam bawah sadar, Di awal ketika sudah dalam keadaan fokus ini, aku disuruh menuju pintu, lalu perlahan berdiri di depan pintu itu, diriku dari awal udah meyakini, apa pun yang terjadi gas ajalah. Setelah pintunya bisa di buka, aku coba berjalan dengan kaki kanan, biar berkah. 

    Pas aku lihat, go green guys, hijau terus teduh gitu, anginnya sejuk semilir. Kemudian ku menoleh ke belakang, ada rumah warna merah kayak merah hati, jadi merahnya tuh merah tapi nggak ngejreng. Ada aksen garis putih gitu di samping-sampingnya, depan rumahnya ada tiga anak tangga. Ku arahkan langkah kakiku menuju rumah itu, perlahan ku buka pintunya.

    Di ruang depan yang pertama kali kulihat adalah sebuah meja lumayan besar, berada di sudut ruangan. Dinding yang terbuat dari kayu berwarna kecoklatan, ada sebuah kaca tidak terlalu besar menempel salah satu dinding. Aku melihat ke kaca, rambutku yang hitam berubah menjadi coklat kepirangan, mataku pun coklat, wajahku berbeda bahkan aku sendiri pun nggak kenal.

    Aku mengenakan topi berwarna putih, selaras dengan baju yang ku pakai, terjulur memanjang sampai mata kaki berwarna biru dengan sedikit warna lainnya, dan lengannya panjang berwarna putih. Serta sepatu berwarna hitam. Ini aku?

    Langkah kakiku seolah terdorong untuk mengarah ke sebuah meja, ku lihat sebuah tulisan belum selesai ditulis, kertas-kertas menumpuk dan berantakan, bercak tinta yang mengering di atas meja, serta ada bulu angsa tergeletak. Emosiku nggak terkendali, aku menangis seakan duniaku sedang nggak baik-baik aja, ku pandang tiap lembarnya, ada banyak tulisan yang belum terselesaikan, perasaan gagal, kecewa, marah, menyerah, jadi satu. 

    Aku nggak melihat siapa pun disini, aku sendirian. Kemudian ku ikuti cahaya agar aku bisa keluar dari perasaan sesal ini. Di luar rumah, tidak ku temui satu pun tetangga, tempat ini terlalu menepi dari keramaian, hanya ada bukit, pohon, rumput, aku duduk diatas pohon yang telah ditebang. Kuhirup dalam-dalam udara ini, dan belajar ikhlas, kan nggak semua hal harus berorbit pada kita.

   Aku segera berdiri, dan mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan yang dulu. "Selamat tinggal, terimakasih kehidupanku yang dulu, sekarang aku melanjutkan kehidupanku sekarang". Perlahan aku melihat sosok diriku yang dulu tertinggal di sana, dan diriku yang sekarang berdiri di depannya. Langkah kaki ini perlahan meninggalkan diriku yang dulu, menemukan sebuah pintu untuk pulang. 

    Waktu bangun, pertama kali yang ada diotak adalah negara Swedia. Langsung aku google, dan hasilnya

8 Desember 2019


 




    Kok bisa sama persis ya? Mari kita cocokologi, mungkin dulunya aku emang penulis gagal, pantas aja aku dilahirkan kembali dengan bakat ini. Terus kalau aku masih gagal menjadi penulis dikehidupan yang ini, apa aku terlahir kembali nantinya. 

     Tapi aneh aja aku emang lebih suka yang hijau-hijau dan sejuk, makanya waktu pertama kali dikenalkan oleh seseorang tentang Tawangmangu aku langsung suka keduanya, orangnya dan tempatnya hahaha.   

    Nggak ada yang namanya kebetulan, barangkali kalian yang baca juga punya kelebihan yang entah sepertinya mengalir gitu aja, bisa jadi itu sudah terjadi dari kehidupan terdahulu, yaa siapa tahu.

    Kejadian ini langsung aku ceritakan ke teman terdekatku, bagi yang sefrekuensi asik gila bahas ginian, bagi yang tidak, ya jatuhnya hanya sebuah cerita dongeng. Semua yang kita lakukan ini semua saling bersangkutan, percaya nggak setiap manusia saling terhubung?

    Semua hal yang aku tulis, jadi sebuah saksi ketika aku mati nantinya, secara nggak langsung kita akan selalu muter aja gitu dan singgah ke masa lalu lagi, emang nggak akan ke mana-mana, bagian terkecil dari diri kita adalah atom yang terus menerus ter-recyle, nggak terbatas (infinite), dan ketika nantinya aku sudah nggak ada, aku tetap bisa balik lagi ke masa lalu yang kita sebut kenangan.

    Berat bro pembahasan nya. Makanya aku selalu menghargai setiap pertemuan, bisa jadi mungkin orang yang kita temui ini akan berjasa di masa depan, atau telah memberikan jasa di masa lalu kita. 

    Beban anak pertama itu berat ya, usia segini apa bisa mengubah masa lalu agar nggak terjadi lagi? Masa iya sudah gagal mau gagal lagi. Rasa nyaman yang dirasakan sekarang, apa iya hanya berhenti di situ aja. Jadi orang dewasa itu nggak enak nyet, nantinya akan lebih banyak luka dan perasaan kecewa, yang makin lama beradaptasi dengan sendirinya.

 

 


Comments

Popular posts from this blog

Apa itu prepare?

Katakan Putus

Kontrakan Berhantu (Paranormal Experience)