Manusia Pengabul Ekspektasi
Lama banget nggak nulis, emang ya Kaktus Beduri bakal muncul kalau ada pemicunya. Tanganku udah gatel banget pengen nulis lagi, setiap mau nulis beberapa kalimat, udah stuck disitu aja, nggak tahu mau dibawa ke mana arahnya, kayak hubungan mu dengan doi.
Apa kemampuanku buat nulis hilang ya? Pemikiran itu sempat terlintas, tapi aku salah sangka. Aku bukan nggak bisa nulis lagi, tapi aku butuh pemicu untuk membangkitkan si Kaktus Berduri untuk bisa nulis.
Kalian pernah nggak sih, malam-malam sebelum tidur mikir tentang skenario hidup kalian, tahu-tahu udah ketiduran aja. Indah ya? Lalu semakin tahunnya usia kita bertambah, maka skenario hidup yang biasa jadi pengantar mimpi sekarang berubah alurnya. Mikirin kehidupan nyata, mikirin masa depan, mikirin kemungkinan terburuk atas hal apa yang belum terjadi. Makin malam makin overthinking.
Tidur dengan perasaan tidak nyaman, bangun pagi merasa kurang cukup tidur. Hari baru tapi aktivitas harian tetap sama, dikekang sama ruang dan waktu, kata orang "Jadi manusia memang seperti ini".
Makna kata "Zona Nyaman" kini seakan hidup dan memaki. menyuruh untuk tetap duduk manis
Dijerat dengan yang namanya tuntutan, serta tanggung jawab
Lalu, manusia yang selalu duduk manis ini diberikan obat penenang berupa uang
Menjalani siklus yang sama, tekanan yang berlebihan
Terkikis rasa bahagianya
Tahan, kita manusia masih butuh obat penenang

Comments
Post a Comment
Komentar dong, aku mau tahu ni perasaanmu setelah baca tulisan ini