Lucid Dream (Part IV)

Genre : Horor

   Aku mau cerita horor lagi nih. Padahal rencana aku nulis ini tuh pas bulan ramadhan kemarin, cuman nggak ada waktu yang longgar untuk nulis.

   Jadi kita bahas dulu dari bulan puasa ya.

Hantu dibulan puasa ada nggak sih?

   Jawabannya Ada. Kenapa bisa ada kan katanya setan dikurung? 

   Biar aku jelaskan, nyatanya hanya setan dan iblis yang dikurung, namun golongan jin masih saja berkeliaran, masih bisa menampakan wujudnya juga. Tapi jarang, karena pada bulan ramadhan dimasjid-masjid sering melakukan tadarusan, dan kegiatan keagamaan, sehingga frekuensi mereka untuk muncul itu lebih sedikit. 

   Bulan puasa kemarin aku mimpi melihat sebuah bukit kayak gunung batu putih didaerahku, Samarinda, jadi gunungnya itu sudah dikeruk, kalian tau kan bagian pinggir jurang? nah mirip-mirip itu. Aku bermimpi kesana, disana ada temanku namanya Regita yang menuntun untuk masuk kedalam, aku memasuki gua yang tidak begitu besar, ku lanjutkan langkahku hingga aku melihat air terjun yang sangat tinggi, setelah keluar dari gua, aku ingin bergegas mendekat air terjun itu. "Lepas sendal dulu Bung" ucap Regita
   
    Seperti memasuki tempat suci, akupun mengikuti perintahnya, disini ramai dengan orang, tidak ada yang aku kenal, semua tampak asing, dan tanpa aku sadari, Regita yang menuntunku tadi tiba-tiba menghilang. 

    Aku ingin sekali naik keatas, lebih dekat dengan air terjun, tapi ku urungkan niatku, aku memilih untuk menjauh dan pergi. Bersamaan dengan langkahku menjauh, ragaku pun perlahan bangun dari tidurnya.

    Setelah mimpi itu berlalu, aku mimpi mendatangi tempat itu lagi, namun tidak melewati gua. Bahkan sekarang bisa ditempuh menggunakan motor. Pada hari itu aku bersama dengan temanku Leni.

"Len, kayaknya aku pernah kesini deh, tapi dulu ada air terjunnya" Ucapku kepada Leni sambil mengingat-ingat kapan aku pernah kesini.
"Bung, parkir motor aja dulu, nanti nggak dapat tempat" Leni seolah tidak menggubris pertanyaanku.
   Setelah memarkirkan motor aku berjalan menuju bangunan yang memiliki tingkat 3, berada tepat disebelah gunung yang lebih mirip pinggir jurang. 

     Aku berjalan menuju lantai 3, menaiki tangga satu persatu. Sesampainya diatas, semua orang sudah duduk dilantai beralaskan tikar dan dihidangkan pencuci mulut hingga makanan berat. Ternyata aku diundang acara buka puasa bersama, kulihat sekelilingku ada teman SMP, SMK, dan Kuliah. Setelah mencicipi hidangan, aku langsung saja pulang tanpa berbasa-basi kepada teman lama. 

    Masih dalam mimpi yang sama, namun didalam mimpi sudah mengalami pergantian hari. Aku datang ke bangunan itu lagi, tapi bedanya aku tidak parkir di depan gedung, melainkan agak jauh dari tempat itu. Aku menaiki tangga seperti kemarin, anehnya semakin aku naik menuju lantai 3, semakin aku berada di lantai dasar. Aku menyadari keanehan ini. Bagaimana bisa aku berjalan hingga lantai bawah tanah?

"Len, kemarin nggak disini kan? kok kita malah makin kebawah ya?"
"Nggak tau nih Bung, maka udah mau buka puasa lagi"

    Akhirnya kami menemukan satu ruangan yang berada dibawah tanah, dengan kondisi yang tidak sebagus kemarin. Alasnya masih menggunakan tikar namun usang, dan orang yang berada disini jumlahnya lebih sedikit dengan posisi duduk berjauhan. Makanannya masih sama, ada pencuci mulut dan makanan beratnya. 

     Aku tidak berfikir macam-macam, sekedar membatalkan puasa, kemudian aku pulang. 
"Len pulang yok"

    Akhirnya aku pulang, namun ada yang berbeda dari bangunan ini, wujudnya yang serupa megah dan bagus, kini reot seperti mau rubuh. Ku percepat langkahku hingga berada diluar gedung, namun Leni tiba-tiba menghilang. Secara aneh aku mendapatkan gambaran di penglihatanku.

     Aku melihat diriku sendiri  duduk ditengah sawah, pakai baju kebaya merah, rok berwarna coklat, dan memakai jilbab. Dengan posisi telapak tangan dan kiri yang menyatu didepan dada. Hanya duduk saja, tidak melakukan apapun.

    Segera ku sadarkan diriku sendiri, dan bergegas mengambil motor yang diparkir agak jauh. Di tengah perjalanan ada seorang lelaki yang tidak terlihat wajahnya, hanya dari leher kebawah yang dapat ku lihat. Dia menawarkan untuk membuat kerajinan tangan. Dengan iming-iming hasil karya yang aku buat, boleh dibawa pulang. 

     Saat itu aku berada di pinggir sungai, aku memilih membuat keris. "Putri sini putri" terdengar suara bapak yang menawariku tadi, memanggil seseorang juga. Bapak itu melanjutkan ucapannya "Putri mau buat kerajinan tangan juga? nanti boleh dibawa pulang" 

    Posisi tubuhku menghadap belakang dari wanita bernama Putri yang sedari tadi tidak ku lihat wajahnya, dan tidak  juga mengeluarkan suara. Aku hanya berfokus pada keris yang aku buat. Akhirnya aku selesai membuatnya, ku tunjukan kepada bapak yang tadi, seraya membalikan badan. "Pak ini punyaku" aku menyerahkan hasil buatanku ke bapaknya, tidak lama si Putri yang wajahnya belum aku lihat ini menyodorkan tangannya dan melihatkan hasil karya nya juga, termyata dia buat sandal jepit.

    Aku refleks tertawa kecil seakan meremehkan dia. Tanpa aku sadari telah melukai hati Putri, aku bergegas membangunkan diri, padahal sebenarnya aku masih penasaran bagaimana wajah dia. Ketika tubuhku masih setengah di alam mimpi dan dunia nyata. Ada sesosok yang tidur disampingku. Hari itu aku tidur menghadap dinding, dan kaki dia mendorong punggungku hingga aku sangat menempel pada dinding dan sulit bernafas. Telingaku panas seperti mau terbakar, seketika semua badan menjadi panas juga. 

    Dia tidak mengeluarkan sepatah katapun. Aku membaca Ayat kursi 4 kali namun tidak mempan, aku yakin dia bukan jin biasa. Mungkin dia siluman, peri atau sosok lelembutan lainnya. Setelah lumayan lama akhirnya dia pergi dan aku mengatur nafas baik-baik, seraya mencari hape untuk menghubungi orang terdekat. 

   Setelah kejadian itu, aku tidak pernah mengalami mimpi buruk lagi hingga setengah bulan lamanya. Rasanya ada yang kurang, kenapa bisa tiba-tiba nggak lihat dan dimimpiin hantu lagi ya?

     Akupun bernegosiasi dengan Putri, di dalam kamar ini, perlahan aku berbicara dalam hati.

Putri, bisa tidak kalau kamu memberiku ruang biar bisa mimpi mereka lagi.
     Aku mau jelasin sedikit, jadi orang yang memiliki pelindung yang baik, biasanya akan dijaga dari gangguan makhluk gaib, contohnya jika orang yang memiliki marga, biasanya akan dijaga oleh leluhur, sehingga tidak mudah kerasukan atau diganggu. Ataupun anak indigo, kadang teman-teman hantu mereka mencover supaya yang dilihat hanya dalam wujud-wujud yang baik saja.

    Setelah hasil negosiasi, aku tidak menemukan jawaban, dan bergegas untuk tidur. Malam itu aku bermimpi melihat 2 wujud di area kampus ku USB, tepatnya di antara tangga ke 2 mau naik lantai 3 gedung Apoteker. Wujud pertama tinggi besar, hitam sekilas cuman kayak bayangan, dia hanya berani mengintip dari kejauhan, setelah kepergok aku, sosoknya langsung hilang. Wujud yang kedua adalah pocong yang suka berdiri diantara perbatasan tangga itu. 

    Aku mencoba naik kelantai 3 untuk melihat sosok tinggi besar, hitam itu. Dia masih melirikku dari kejauhan, seakan-akan dia penasaran tentang apa yang aku lakukan disini. Perlahan aku bangun dari tidur. 

    Ternyata negosiasiku dengan Putri berhasil, kadang orang pikir semua hantu itu jahat, padahal mereka ada yang nggak jahat. Mereka memang rupanya buruk, namun belum tentu hatinya buruk juga. Malah ada manusia yang lebih jahat dari hantu, jadi jangan menjudge sembarangan.

    Sebenarnya ada kisah yang ingin mereka sampaikan, atau pertanda yang mereka tunjukan, tapi mereka bingung kasih tahunya bagaimana? akhirnya membuat gangguan disekeliling kita. Padahal itu memang jalan satu-satunya mereka berkomunikasi, cuman kitanya aja yang terlalu penakut. 

    Malam-malam selanjutnya aku bermimpi aneh. Datang sosok tinggi besar dan hitam dikamarku. Aku yang sedang asik menyantap sate menguhungi Oca lewat WA
Bunga : "Ca, ke kosku, banyak sate nih, aku baru makan satu"
    
    Belum juga Oca balas, aku lihat semua sateku hanya tersisa tusuknya saja. Aku menoleh kearah dia dan ingin memarahi, namun dia keburu menghilang. Pekenalan yang unik, baru saja kenal, sudah cari gara-gara. Ngomong-ngomong sosok itu apa ya? aku sih mikirnya itu genderuwo. Gimana menurut kalian?


Sosok Siluman 


Siluman harimau

    Menurutku Putri ini bukan jin, namun siluman atau lelembutan. Makanya susah di deteksi sama radarku keberadaannya. Emang apa bedanya sama jin? 

    Kalau kamu habis dipegang jin, bakalan merinding atau kalau mimpi buruk dan jin itu beneran didekat kamu, atau memegang badanmu, pasti bekas yang dipegang jadi kesemutan. Berbeda dengan Siluman, selain susah di deteksi, juga kalau masuk mimpi dan bersentuhan dengan kamu, badan langsung panas kayak demam tinggi. 

    Aku ada pengalaman nih ketemu siluman, mungkin pertama kali aku lihat ketika kelas 2 SMK. Setelah pulang sekolah aku diceritakan mamaku katanya

"Itu na Bunga, mamanya Eka masa lihat kucing berubah jadi harimau didapurnya"
"Masa ma? kok bisa, terus kayak apa?"
"Ya heboh cerita ke mama"

    Aku masih tidak begitu percaya, karena kalau yang muncul babi masih agak logis lah, soalnya bisa aja itu ilmu pesugihan. Ini harimau dari mana coba?

    Akhirnya aku dimimpiin, emang dasar karma cepet banget berlaku. Aku berada diruang keluarga rumah tetangga sebelahku, iya mama Eka. Aku lihat kucing yang sedari tadi mengeong tidak berhenti-henti. Aku berinisiatif untuk mengusirnya, kucing itupun tersudut didinding, sambil terus aku lemparkan barang yang ada diruangan itu. 

    Sialnya kucing ini masuk disela-sela meja TV yang cukup besar. Aku mengambil sapu dan meyodorkan disela-sela meja TV agar dia keluar. Tidak lama diapun keluar dan berjalan kearahku sambil lompat dan berubah jadi harimau. Aku hanya bisa memejamkan mata dan terbangun dari tidur.

   Hari itu juga aku cerita ke mamaku.
"Ma, emang yang dirumahnya Eka tu ada harimaunya, masa aku dimimpiin" Itu siluman harimau yang pertama kali aku lihat, wah rasanya nano-nano, badan aku panas, dan menggigil dalam waktu yang bersamaan.

Siluman kera

    Kalau ini terjadi masih baru 3 bulan kebelakang. Awalnya gara-gara chanel Youtube Raditya Dika. Dia colab dengan chanel Youtube El Micha. 


   Di chanel El Micha ini lebih spesifik membahas Setan dan Iblis, jadi ilmunya beda banget dengan jin-jin yang selama ini kita dengar. Kebetulan aku nonton tentang Mitos Astral projection.

https://www.youtube.com/watch?v=iyC83-7N52s

    Jadi yang aku tangkap tentang video itu
1. Kalau aku nyasar di alam sana, bakalan tetap bisa pulang
2. Tahap-tahap dan prosesnya mudah
3. Harus sering-sering latihan
4. Kalau terbangun pada dunia yang berbeda dan melihat makhluk gaib, intinya jangan panik

    Menurut aku sendiri ini semacam hal yang menantang, soalnya aku sudah terbiasa mimpi buruk, namun ini tingkatnya lebih tinggi dibandingkan lucid dream

    Akhirnya aku mencobanya saat tidur siang, semua lampu aku matikan, kecuali lampu tumblerku. Peraturan pertama yaitu harus berada diruangan sendirian, aku kan ngekos sendirian, jadi nggak ada masalah. Kemudian harus diniatkan aku membuka gerbang, antara dimensimu dan dimensiku, setelah itu ketika memasuki fase astral projection jangan dilawan, ikuti aja alurnya, dan di video itu dikasih tahu percobaan pertama bisa nggak berhasil, makanya harus dilatih terus menerus.

    Aku sudah melakukan seperti yang dijelaskan pada video, masuklah aku pada tahap tidur. Aku mendatangi bendungan yang berada didalam ruangan, bersama kedua teman yang tidak aku kenal. Aku melihat kedalam air, walaupun gelap dan tidak terlihat apapun, aku hanya fokus pada air itu.

    Aku terbangun ditempat tidurku sendiri, namun lampu tumblerku mati. Ini aku mimpi atau bukan ya? Tiba-tiba dari arah belakang kepalaku, ada dua tangan besar yang meremas kepalaku, tangan ini menutupi separuh wajahku, namun aku masih bisa melihat. Semakin keras di meremas hingga aku pikir saat itu aku akan mati, baru pertama kali merasakan sakit yang begitu sakit seperti ini, ditambah lagi rasanya panas terbakar, hingga ke tulang belakang seperti menyetrum. Aku coba membaca ayat kursi, aku terbangun dari tidur dan melihat lampu tumblerku masih mati. Kemudian jiwaku semacam ditarik untuk masuk lagi ke dunia yang tadi, dia masih memegang kepalaku sambil memberikan aku gambaran. 

    Aku melihat sesosok kera yang menyerupai manusia, tinggi dan besar, bergelantungan dari satu pohon kepohon lainnya, dalam keadaan ini di bilang kepadaku, dengan suara laki-laki, sangat nyaring dan bergema.

"Wujudku seperti kera, tapi mereka semua memanggil aku raja"

    Aku bangun dari tidur dan melihat lampu tumblerku nyala, kayaknya aku sudah bangun. Dengan sigap aku berfikir aku nggak boleh terus baring, bisa-bisa jiwaku tertarik lagi kedalam mimpi itu. Akhirnya aku segera membangkitkan badan dan terduduk dikasur. 

    Dalam satu kali kedipan mata, aku sudah dalam posisi baring lagi dan melihat lampu tumblerku masih nyala, aku mengulangi hal tadi, yaitu bergegas duduk. 

    Anehnya tiap aku mengedipkan mata, aku selalu mengulangi hal yang sama. Akhirnya aku pasrah untuk berbaring ditempat tidur sambil membaca ayat kursi. Saking panasnya tubuhku, rasanya kasur ini bisa ikut terbakar. Aku melihat lampu tumblerku mati. Dengan lantang aku baca ayat kursi dan terbangun dari tidur.

    Kali ini aku benar-benar bangun, namun tubuhku tidak bisa bergerak. Aku cuman bisa berucap aduh kepalaku sakit. Mungkin sekitar 5 menit aku bisa menggerakan tangan untuk mengambil hape dan menghubungi orang terdekat. 

    Setelah mendingan, aku duduk dan memegang kasur tempat aku baring tadi. Bahkan kasur yang aku tiduri rasanya panas, seperti habis dijemur dibawah sinar matahari. Untuk pertama dan terakhir kalinya aku kapok mencobanya lagi. Malam harinya sebelum tidur, aku berkata Aku menutup gerbang, antara kamu dan aku. Dan tidurku nyenyak semalaman. 

    Itu aja yang mau aku ceritakan, kisah lainnya kapan-kapan ya. Makasih yang udah baca.





Bunga Lia
Bungalia




Comments

Popular posts from this blog

Apa itu prepare?

Perkenalkan Namanya Masalah

Katakan Putus