1/3 Proposal (Behind The Scene)
Genre : Daily
Dari dulu aku nggak pernah tertarik saat pratikum farmakologi- toksikologi I dan ke II, pratikum Biofarmasi dan farmakokinetik. Intinya yang berhubungan dengan tikus dan mencit.
"Bung, kamu lagi yang nyuntik nah, kamu belum pernah" Kata Alib
"Pernah Lib, sekali aja, habis nggak tega"
"Trus nanti kamu penelitian kayak apa, kalau nggak bisa pegang tikus"
"Aku kan nggak ambil skripsi ini"
Sama halnya dengan pratikum bahan alam seperti pratikum isolasi dan analisis tumbuhan obat, pratikum analisis dan standarisasi obat bahan alam, pratikum fitokimia.
"Bung, nggak usah bener-bener ekstraksinya, kita kan nggak ambil skripsi ini entar" Kata oca
"Iya juga ya" Kata ku
Dan selama itu, aku cuman memahami teorinya aja, sekedar tau tapi tidak cinta, hahaha apaan sih.
Saat semester 6 menuju liburan, kami (Aku, Leni, Oca, Intan) udah mempersiapkan dosen pembimbing buat skripsi, dan skripsi yang kami minati adalah Farmasi Sosial (Farsos). Alasan kami mau ambil sikripsi itu karena kami menghindari penelitian.
Jadi dikampusku ini ada beberapa macam penelitian untuk sikripsi, seperti Farsos, Farmakologi - Bahan alam, Mikrobiologi - Bahan alam, Formulasi - Bahan alam, atau bisa menggunakan aplikasi untuk mengolah rancangan struktur kimia yang dapat dijadikan obat (note : yang ambil ini biasanya orang pinter pake banget).
Kemudian kami dapat dosen pembimbing, nama kami dicatat dalam sebuah buku jurnal (belum resmi), karena saat itu form resminya belum dikeluarkan oleh TU. Kemudian kami juga sudah mencari rumah sakit di Sukoharjo, sebegitu niatnya nah. Dengan harapan, nantinya ketika liburan, kami nggak perlu memikirkan masalah kuliah. Jadi ini bisa dikatakan 90% skripsi kami farsos.
Hingga suatu hari....
"Gengs, gimana ini Ibu **** nggak ada diruangan, soalnya form asli udah keluar, takutnya kalau lambat ntar keduluan yang lain"
Dan setelah menunggu 3 hari untuk kepastian dosen tersebut, nama kami terdepak, akibat lambatnya mendaftar. Aku juga nggak ngerti tuh, kenapa bisa gitu.
Kondisi saat itu aku dan oca lagi di Samarinda, dan Leni di Solo. Jalan satu-satunya kami harus merelakan untuk berpindah bidang skripsi, karena dosen untuk farsos sudah penuh.
Kemudian dengan rasa yang tidak disangka-sangka kami memilih Bu Rina sebagai pembimbing 1 dibidang Farmakologi, serta Bu Ika sebagai pembimbing ke II dibidang Farmakologi. Beliau keduanya bergelar Dr (S3), jadi ilmunya udah pro bangetlah, kebayang nggak tuh, selama ini Aku, Leni, Oca, tidak ada niatan dan ketika pratikum nggak paham jelas, kini kami dihadapkan dengan realitas yang pahit, semacam karma nggak sih?.
(Btw Intan masih ngeyel waktu itu pengen farsos, jadi dia balik ke Solo, dan datang ke kampus dengan harapan dapat dosen farsos, dan ujung-ujungnya di dapat farmakologi juga, tapi kami tetap beda Tim dengan dia).
Tau nggak rasanya gimana?
Hatiku masih belum menerima dan srek dengan farmakologi, semacam ingin memberontak tapi nggak bisa. Alhasil waktu kerjakan BAB 1 aku asal-asalan, paham aja nggak, intinya teramat malaslah, karena nggak sesuai keinginan.
Bidang farmakologi sendiri terbilang susah, sulit, ribet deh, baru dibayangkan aja nih, udah buat pusing. Dan kating terdahulu yang ngambil bidang ini biasanya orang pinter, aku ngerasa nggak pinter buat ambil bidang ini, jadi minder gitu.
Makin diperdalam ternyata makin seru, yang awalnya bimbingan pertama kali bikin deg-degan, lama kelamaan biasa saja.
And you know, judulku diubah seminggu sebelum pengumpulan proposal, daebak nggak tuh?
Salahku sih yang nggak memperhatikan kalau sebelumnya judul itu udah pernah diteliti. Dan tau nggak parahnya apaan? Judul baruku ini, jarang diteliti anak S1, biasanya yang meneliti itu anak S2 untuk tesis mereka, jurnalnya pun sulit dicari, dan harus banget cari jurnal bahasa inggris. Aku inget masa-masa ini, dimana aku seharian bergelut dengan laptop, cari-cari jurnal bahasa inggris dan menerjemahkannya. Hari ini ketemu pembimbing P1 dan P2, besoknya aku revisi, besoknya ketemu dosen lagi, jadi waktu yang aku gunakan untuk mencari reverensi dan merevisi hanya 1 hari. Sempat ngerasain jadi zombie yang kurang tidur.
Urus berkas ini, berkas itu. Sampai-sampai terbesit didalam hati
Kakak tingkat kok nggak ngeluh ya? padahal secapek, dan sulit ini. Mungkin saking nggak ada waktu, jadi waktu buat ngeluh juga nggak ada waktu
Makanya, dari pada aku ngeluh dan curhat disosmed tentang seberapa kerasnya hidup ini, aku memilih untuk merahasiakannya.
Makin CINTA
Sampai suatu ketika, di satu titik, aku mulai cinta dengan farmakologi ini. Soalnya tiap kali bahas farmakologi, aku ngerasa kayak orang pinter hahahaha, apalagi pas bahas mekanisme-mekanisme gitu, kayak ada aura-aura orang pinternya.
Di sela-sela UAS, aku juga sempat-sempatin untuk revisi dan bimbingan. Setelah UAS kemudian munculah jadwal sidang proposal. Waktu jadwal itu keluar, posisi aku nih mau tidur siang, tiba-tiba ada notif di Line angkatan, ternyata jadwal udah keluar, pas aku lihat namaku, dan jadwal sidangnya tanggal 17-01-19, aku panas dingin coy, soalnya itu H-3, aku nggak punya persiapan apa-apa.
Kebetulan jadwal sidangku dan Leni barengan cuman beda jam, jadi kami siapkan berkas-berkas itu mepet banget, aku masih ingat jelas, hari itu kami kayak orang dikejar-kejar setan wkwkw, lari-lari lah, naik turun tangga, minta TTD dosen. And yap, akhirnya kami dapat surat tugas untuk dapat sidang pada hari ini (17-01-19).
Waktu itu tanggal 16-01-19, aku mulai start belajar jam 19.00, hati nih deg-degan nggak berhenti-henti. Saking asiknya belajar ternyata udah jam 22.30, ya aku refreshing otak dulu dong, aku ambilah Hp dan buka YouTube.
Eh nemu vidio ini, masih anget-angetnya waktu itu baru di upload kan wkwk, akhirnya aku tonton sampai habis. Selesai nonton aku ngantuk, yaudah tidur aja dulu, sebelum tidur aku dah set alarm jam 00.00, 00.30, 01.00, 01.30, 02.00, 02.30, dan seterusnya sampai jam 7.00.
Nah waktu tidur ini aku mimpi aneh
Didalam mimpi itu, aku berada dikamarku (rumah di SMD), saat itu aku berbaring dengan lampu kamar yang menyala, lenganku sengaja aku tutupi kearah muka, aku masih menghapal dan membayangkan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan dosen ketika sidang nantinya (jadi didalam mimpi ini aku hapalan materi proposalku buat sidang).
"Aaaaaaaaa"
Tiba-tiba adekku yang berada dikamar paling depan teriak keras
"Kenapa dek" sahutku dari dalam kamarku
"Ada hantu mba, cepat tidur"
Aku segera mematikan lampu kamarku, dan memposisikan diri seperti diawal tadi.
Krettttttt
Terdengar suara pintu kamarku terbuka, dan aku masih memejamkan mataku, berpura-pura tidur, namun dalam hati aku membaca ayat kursi. Terasa badanku seperti terangkat dan dia membenturkan badannya ke aku, perlahan kubuka mataku.
Ternyata
Posisi tubuhku berdiri tepat di kepala pocong , pikirku saat itu dia hendak masuk kedalam tubuhku melalui kaki, namun tidak bisa karena aku terus menerus membaca ayat kursi.
Hingga bacaan ku yang ke3 kali, aku terbangun dari mimpi.
Ketika terbangun, aku sedang memeluk guling yang terasa sangat keras. Jadi aku punya guling yang isinya kapuk, emang agak keras, tapi ini kerasnya beda, seperti memegang badan orang. Akhirnya aku ambil Hp dan buka YouTube untuk mendengarkan ayat kursi 100x, lama kelamaan, guling ini kembali menjadi guling yang seperti biasa.
Aku mencoba duduk dan melanjutkan belajarku.
Namun aku menyerah, aku terlalu mengantuk dan tertidur hingga pagi hari.
Pagi hari Oca sudah mengantarkan aku sarapan nasi kuning, dan membawakan cemilan untuk diberikan ke dosen. Saat itu perasaan campur aduk karena disisi lain aku hanya belajar dan hapalan dimimpi, sisi lainnya otak ku termasuk jenis yang aneh, kalau aku semakin menghapal, maka semakin lupa, jadi aku nggak belajar paginya.
Sidangku dimulai jam 9.00, tapi aku sudah datang ke kampus jam 7.00.
Modalku hanya doa orang tua, doa ku sendiri, doa teman-teman, dan hal yang kupelajari selama menulis proposal itu.
Akhirnya jam 9.00
Aku memasuki ruangan, aku sangat amat berterimakasih kepada Rosa selly rahyu, Weni, Anna Endah, Selvi irana putri, yang membantu membawakan cemilan dan lain-lain kedalam ruangan.
Diluar dugaanku, Alhamdulilah aku lancar dalam mempresentasikan PPTnya.
Jam 10.00
Aku dinyatakan lulus, dan dapat melanjutkan ketahap penelitian. Rasanya seneng banget, nggak sangka aja, yang awalnya benci banget sama farmakologi, kini aku sudah berada ditahap 1/3 nya. Kalian boleh bilang aku lebay, atau alay, terserah lah, menurutku sendiri, untuk membuat benci menjadi cinta itu butuh banyak perjuangan, pengorbanan, dan waktu yang diluangkan.
So, Inilah hasilnya
![]() |
| Makasih Oca udah mau dibuat repot, dan Congratulation Len |
![]() |
| Makasih Weni, udah dateng pagi-pagi |
![]() |
| Makasih Ais udah ngasih bunga buatan sendiri, wangi lagi bunganya. Makasih juga anarkis atas hadiahnya, sampai kost langsung aku makan loh. |
![]() |
| Makasih Anna udah datang pagi-pagi kasih semangat, makasih juga hadiahnya. Makasih adel yang udah kasih hadiah, semoga kamu cepat nyusul ya Del. |
![]() |
| Nggak nyangka banget kalau yang ini wkwk. Makasih ya Jesica (Kembaranku), udah kasih aku hadiah, terharu aku tuh. |
![]() |
| Makasih yang udah nyempetin datang ya, yang ngucapin via WA dan DM juga makasih. |
*
*
*
*
*
*
Dan ada satu memoment langka
Makasih Selvi, tadi udah kasih semangat dan bantuin aku, maaf kalau aku ada salah juga selama ini.
![]() |
| Makasih atas hadiahnya guys, dan waktu luangnya. Aku tau kalian sibuk, jadi makasih banyak ya udah bisa dateng. |
Kini aku lebih mempunyai rasa cinta untuk ketahap 2/3.
Jadi sebelumnya aku, leni, oca ketemu Intan waktu nemui pembimbing buat KKL
"Intan sidang kapan, dijadwal namamu nggak ada?" Kataku
"Kamis"
"Oh sama dong, dengan aku dan Leni"
"nggak tau" (Dengan nada cuek)
Pikiranku terpecah jadi 2
1. Oh mungkin dia sibuk, jadi nggak sempat lihat jadwal aku dan Leni.
2. Masa jadwal teman dekatnya sidang nggak tau ya?. Itu nggak tau, atau emang nggak mau tau?
Maksud oca disini :
Biar start nya sama-sama, toh kalau ganti hari ya kan bareng-bareng. Oca juga bantui sidangku dan Leni, dari mulai cemilan, sampai semuanya dia yang urus. Oca udah nawarin bantuan juga ke Intan tapi ditolak. Masa iya teman nya sendiri sidang, dia nggak dateng, malah KKL.
Maksud intan disini :
Habis sidang langsung KKL, biar nggak ganti hari, jadi oca disuruh duluan.
(Intan emang orangnya individual, cuman mementingkan diri sendiri, padahal kalau butuh ya cari-cari kami. Maybe, kami hanya benalu buat dia. Bukan sekali dua kali dia begini, sering bahkan).
"Intan" Panggil oca
Intan hanya melirik dan buang muka
"Intannnn" panggil oca
Intan tidak membalas ucapan oca
"Intan, kenapa kok sedih?"
Lagi-lagi Intan acuhkan Oca
(Seharunya Oca yang berhak marah, tapi kenapa jadi dia yang marah? aneh)
Leni pagi-pagi udah digedung G.1.2, aku sama Oca baru otw jam 7, pas mau kearah gedung G, aku lihat Intan di gedung B1.1 tapi pas lihat aku dan Oca, dia balikan badannya. Malas sepertinya ngelihat muka kami.
Selesai sidang Leni ketemu Intan. Leni udah negur, tapi diacuhkan
Individual boleh aja. Tapi kebayang nggak sih, teman dekat sendiri, masa bodoh dengan sidang temannya?, masa bodoh dengan perasaan temannya.
Setelah selesai sidang, aku, Leni, Oca, Weny ke kost ku (Wima kost)
Kamis bahas-bahas masalah sidang tadi, di tengah lagi ngobrol, Si Intan datang
"Kalian ada almamater nggak, ini kebesaran?" Kata Intan
"Ada nih punya Oca" Kataku
Kalau ada butuh aja, baru datang, maka kemarin, dan tadi kamu buang muka ke kami, apakah kamu yang tadi adalah orang yang berbeda?
Untuk video klik 2 kali
Waktu sidang proposal Oca dan Wenny, aku dan Leni, pilih jadwal KKL yang sore, biar siangnya bisa nemanin Oca. Intan juga ambil jadwal siang, tapi nggak tau kenapa dia nggak datang juga.
Tapi waktu Intan sidang, kami datang, bahkan sekalipun dijahati, kami akan membalas dengan kebaikan.
***
DRAMA
( yang tidak mau baca, skip aja)
Jadi sebelumnya aku, leni, oca ketemu Intan waktu nemui pembimbing buat KKL
"Intan sidang kapan, dijadwal namamu nggak ada?" Kataku
"Kamis"
"Oh sama dong, dengan aku dan Leni"
"nggak tau" (Dengan nada cuek)
Pikiranku terpecah jadi 2
1. Oh mungkin dia sibuk, jadi nggak sempat lihat jadwal aku dan Leni.
2. Masa jadwal teman dekatnya sidang nggak tau ya?. Itu nggak tau, atau emang nggak mau tau?
Kemudian Oca dan Intan ada konflik kecil mengenai KKL
Maksud oca disini :
Biar start nya sama-sama, toh kalau ganti hari ya kan bareng-bareng. Oca juga bantui sidangku dan Leni, dari mulai cemilan, sampai semuanya dia yang urus. Oca udah nawarin bantuan juga ke Intan tapi ditolak. Masa iya teman nya sendiri sidang, dia nggak dateng, malah KKL.
Maksud intan disini :
Habis sidang langsung KKL, biar nggak ganti hari, jadi oca disuruh duluan.
(Intan emang orangnya individual, cuman mementingkan diri sendiri, padahal kalau butuh ya cari-cari kami. Maybe, kami hanya benalu buat dia. Bukan sekali dua kali dia begini, sering bahkan).
Setelah chat itu
Oca ketemu sama Intan
"Intan" Panggil oca
Intan hanya melirik dan buang muka
"Intannnn" panggil oca
Intan tidak membalas ucapan oca
"Intan, kenapa kok sedih?"
Lagi-lagi Intan acuhkan Oca
(Seharunya Oca yang berhak marah, tapi kenapa jadi dia yang marah? aneh)
Pas Hari H
Leni pagi-pagi udah digedung G.1.2, aku sama Oca baru otw jam 7, pas mau kearah gedung G, aku lihat Intan di gedung B1.1 tapi pas lihat aku dan Oca, dia balikan badannya. Malas sepertinya ngelihat muka kami.
Selesai sidang Leni ketemu Intan. Leni udah negur, tapi diacuhkan
Individual boleh aja. Tapi kebayang nggak sih, teman dekat sendiri, masa bodoh dengan sidang temannya?, masa bodoh dengan perasaan temannya.
Setelah selesai sidang, aku, Leni, Oca, Weny ke kost ku (Wima kost)
Kamis bahas-bahas masalah sidang tadi, di tengah lagi ngobrol, Si Intan datang
"Kalian ada almamater nggak, ini kebesaran?" Kata Intan
"Ada nih punya Oca" Kataku
Kalau ada butuh aja, baru datang, maka kemarin, dan tadi kamu buang muka ke kami, apakah kamu yang tadi adalah orang yang berbeda?
***
Behind the scene hari-hari menjelang sidang
Untuk video klik 2 kali
![]() |
| Untung ada Leni, dia paling pinter dah ngelola berkas yang ribet gini |
Teramat gesit buat bimbingan
Nunggu dosen
Nunggu dosen
Pratikum awal semester 7
Emng hobby nunggu kok
Sakit pinggang kelamaan duduk diperpus
![]() |
| Detik-detik Leni disuruh hitung AUC waktu bimbingan |
![]() |
| Kejebak hujan di gedung C |
![]() |
| Habis makan, cus bimbingan lagi |
![]() |
| "Tunggu bentar ya mba, 30 menit saya balik" Realitanya : 2 jam kemudian |
![]() |
| Masih suasana UAS. Dulu sering banget datang ke taman Jayawijaya ini, makan sate duduk lesehan, main ayunan "Aku suka main ayunan, kalau punya rumah pengen ada ayunan depannya" (Obrolan 22:00) |
Berburu tikus ini namanya
Ayunan
***
Sidang Oca dan Wenny
Waktu sidang proposal Oca dan Wenny, aku dan Leni, pilih jadwal KKL yang sore, biar siangnya bisa nemanin Oca. Intan juga ambil jadwal siang, tapi nggak tau kenapa dia nggak datang juga.
Tapi waktu Intan sidang, kami datang, bahkan sekalipun dijahati, kami akan membalas dengan kebaikan.

























Comments
Post a Comment
Komentar dong, aku mau tahu ni perasaanmu setelah baca tulisan ini